Hanya senang berimajinasi ketika di temani secangkir kopi dan sebatang rokok di jari kiri.
Kamis, 18 Oktober 2018
Senja yang membuatku luka
Pada senja yang hilang di ujung laut, Selalu seperti ini. Perlahan datang, lalu tiba-tiba hilang. Tergantikan keremangan malam, menyisakan kehampaan, bagai perasaan yang tiba - tiba berhenti tanpa arah.
Jika saja diriku ini mengerti harapan padamu akan berakhir sirna aku tak akan memulai, tapi apalah dayaku yang meyakinkan sebuah perasaan, padahal perasaan ini belum seyakin jawabanmu,.
Setiap senja menjajikan awal yang baru, tapi tidak dirimu yang begitu acuh tak menghargai sebuah ungkapanku, entah aku yang berharap atau memang dirimu yang memang tidak peka, aku harap kau mencoba pada setiap pilihanmu.
Matahari tenggelam mengajarkan kita untuk menghargai apapun yang matahari berikan kepada kita, dan lagi - lagi dirimu tak pernah sadar apa itu sebuah pengorbanan, bukan rasa terimakasih yang aku harapkan tapi sikapmu yang tak pernah menyadari diriku ini pernah ada saat kau benar - benar butuh.
Senja mengajarkan kita bahwa hidup tak selalu cemerlang dan bersinar, aku memang salah menganggap dirimu bisa memberi kebahagiaan yang akhirnya ada ketidakpastian, mungkin dengan melepasmu aku sadar bahwa diri ini memang tidak membutuhkan mu.
Jangan lupa bahwa senja yang indah butuh awan yang menghitam, aku menyadari akan ada jawaban dari setiap doa - doaku entah itu kapan tapi aku yakin, melebihi keyakinan ku padamu di kala itu.
Seperti sebuah kesempatan, pemandangan senja sebenarnya bisa kita lihat dua kali dalam sehari, jika suatu hari nanti dirimu datang bagai pemandangan yang hadir dua kali sehari entahlah diri ini bisa menerima atau tidak, tapi aku yakin kau akan datang dengan tersenyum dan melupakan diriku yang dulu pernah membuatmu tersenyum ketika kau bersedih karenanya, aku berharap senyumu itu bukan palsu yang menggoyahkan niatku mematahkan perasaan ini.
Jika matahari terbenam, tak satupun lilin bisa menggantikannya, begitu juga perasaanmu yang baru entah bisa atau tidak menggantikan perasaanku yang sempat patah, semoga saja kau datang dengan kesedihan agar aku memikul sedikit senyumu yang bertolak dengan hatimu yang sedang hancur.
20 September 2018 aku pernah merasa diriku ini bukan yang sebenarnya dan membuatmu pergi entah karena apa. Mungkin egoku atau kemaunmu yang menggiringmu menjaga jarak denganku.
Terimakasih sudah hadir dan membuatku yakin melepasmu adalah sebuah usaha untuk menjernihkan perasaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar